Dark Roses

Selasa, 19 Juni 2012

ISAK RAGA

Ruang ini semakin sempit... sesak tak tertahan.,nafas terisak tak dapat menghela..
udara udara aku butuh udara..udara segar..oxigen untuk paru ku...
tlah lama tak berhembus mengisi tabung paruku..lama tak kurasa kesegarannya....
terhempas lah tubuh rapuh ini membentur tiang dinding..ruangan ini bagaikan kardus kusam yang tak bercelah.
pasrah ku rasa tak tahan dengannya.,,ruang semakin menghimpit raga!!
kala itu secercah cahaya menusuk indraku... udara perlahan berhembus mengintai rambutku..
tak lama setelahnya mulai mengisi tabung paruku... oh oxigen oxigen ak rindui mu,, kucumbu kau.. ku nikmati kau...ku satukan kkau dengan ragaku..
dan perlahan ruangan pun semakin besar ku rasa..
tak ada kesesakan..tak ada isakan tarikan nafas...
oh terima kasih sungguh bagi kau...
kau yang membangun ruang bagiku sedikit dan sedikit.............

Minggu, 17 Juni 2012

BLOOG PRIBADI .. KALO BISA YANG BACA GUE DOANG.. TAPI KALO ADA YANG MAU BACA YA SILAHKAN!!!!

Kamis, 07 Juni 2012

asa berduri

kala itu senja menyingsing,
hanya terdengar kicauan burung dan gemuruh ombak
aku terperanga dalam sepi.. mengasah kedua mataku yang berbinar
kedua bola mata yang tak kuasa lagi menahan pilu akan kesendirian..
sendiri meratapi dermagaku yang kosong tanpa kapal yang menepi......
dahulu kau yang tengah menyusuri lautan dengan lepasnya berlayar menuju dermagaku..
menemani ak yang kosong tanpa rasa pamrih..
melihat ombak yang bergulung di senja hari, menyaksikan mentari yang berarak pergi kala rembulan datang..
tanganmu menghangatkan tubuhku serta batinku.. tanganmu juga membelai lembut rambutku helai demi helai.
oh Tuhan sungguh kau yang kala itu menjadi tuan di dermagaku sangatlah merajai hatiku...
tak ada risau kurasa,,tak ada kosong menghampiri karna kau tlah berikrar untuk kekal berada di dermagaku,selamanya menjadi raja disini..
dalam hanyut kebahagian kurasa..
tanpa kusadar kau tlah berlayar kembali dengan pesiarmu,,
meninggalkan tepianmu...tanpa sedikitpun menolehnya.
ak tak kuasa menahan amarah..
ak tak kuasa menahan cambukan belati di hati...
karna kuingat akan ikrar setiamu...
namun apalah yang bisa kuperbuat..
kau yang kini semakin menjauh. tak bisa lagi kugenggam,,.
sekuat kuatnya keinginan meraihmu. menggapaimu kembali..
semakin lemahnya diriku karna acuhnya kau..
kini... kusendiri hanya bertemankan kosong
hati berduri dan berdarah sepi...
ombak yang tadina bergulung ramah.. kita menjadi badai yang siap menghantam siapapun di dekatnya.
pada akhirnya ikrar hanyalah ikrar..celotehan tak bermakna..

Senin, 04 Juni 2012

tanpa kosakata (curhat dulu lah)

kali ini gue nulis gak pake kosakata yang byasanya.. gue lagi pengen apa adanya..hihih
pilihan gue bikin blog karna gue mau keluarin unek unek yang gue mau.. biar gak nyumpel, dan keluarin semua yang ada di otak gue,, weetsss bukan otaknya loh...tapi pemikiran gtu deh,,kayak yang lo liat di blog gue aja tulisan pada menuh2in blog hahha..

gue cwe jorok jarang mandi kalo libur dan di rumah doang gue mandi cuma 1 kali sehari alih alih hemat air sabun odol shampoo. smua deh,sering nya di omelin bonyok bikin gue agak tomboy. curhat dikit,, gue bukan dilahirin di keluarga normal2 aj kayak lo pada..keliatan normal dluar, tp gue seneng gue di lahirin di keluarga gue, uuhh love much dad,mom,sist,bro,all family deh.

gue anak bontot yaaa kesayangan , terlahir anak ketiga dari 3 bersaudara , kakak gue cwe cwo.. sbenernya gue manja, seiring perjalanan hidup yang banyak nguras hati tenaga pikiran yaaaa jadi cuma keluarga gue aja yang bisa liat manjanya gue, hmmm (ok pacar juga deh).

di hidup gue dari kecil bokap udah ngenalin seni :
-nyokap hobi nyanyi dan suaranya top markotop
-bokap hobi lukis,nyanyi,main alat musik juga bisa multi talent deh
-kakak perempuan gue emm setau gue dia pinter nari, sama akting teater
-kakak laki laki gue dia punya band sama temen temen na, musik lah
-dan yang terakhir gue,, haha....gue suka nyanyi,lukis,nulis,akting. gue suka bidang seni ini.

bisa lo liat kan kita punya kelebihan masing masing,.. tapi dari sekian byk hal yang gue suka. yang paling gue tekunin adalah nulis, kenapa krna gue bisa nulis dimana aja, dan inspirasi dateng bgtu aja, gak perlu mood bagus, tinggal buka laptop rangkai 1 kalimat, dan wuuuuuuuuuuuuuushhhhhhhhhhh jadi deh ceerita.

itulah kekuatan pikiran yang gue suka dari nulis. akting skrg udah susah apresiasiin nya , why?!! karna gue itu skrang udah lulus sekolah dan belum kuliah. mungkin kalo gue udah kuliah lagi bisa kali ah ikut teater lagi kaya jaman SMA.

ooooook. itu sepintas tentang gue, gak ada blog yang gue ikutin karna gue gak pede di liat orang banyak, pasti di ketawain.. ahhahahaha.... sampai jumpa di kekuatan pikiran selanjutnya, bye bye :))

KOSONG

Dalam hidup,. aku hanya menyukai banyak hal.. entah itu seni ataupun olahraga.
wanita ayu,lemah lembut,berpenampilan feminim bukan lah ciri ku..
mereka yang disana tak mengenalku sebagai wanita yang anggun, dari dulu hingga saat ini,,saat aku masih kokoh berdiri sekarang,mereka mengenalku sebagai wanita realistis, sedikit kasar, mandiri walau ak tak merasa demikian, berfikir seenaknya, dan suka berpenampilan seperti laki laki.

tak sedikitpun gusar yang kurasa dengan pemikiran mereka. karna memang itulah aku.. diriku yang tak pernah berubah.. sifat dasarku semenjak ak berada di rahim ibuku.
Tak sedikit mereka yang merasa tersakiti oleh tingkah polaku, oleh celotehanku, kusadar terkadang memang tak baik berada di belenggu prilaku ini, sempat terfikir olehku untuk mengubah itu smua, segala yang buruk menjadi baik dan segala yang baik menjadi teramat baik.

Tapi itu tak mudah.. berulang kali aku berusaha untuk sekedar mencari tokoh manusia baru dalam diriku sndiri,dari meniru prilaku dan sifat mreka yang ku kenal, ataupun hanya sekedar memahami gaya hidup mereka. semakin ku geluti semakin ku patah arang. Aku sudah tak tau bagaimana diriku kini. Tersadar dan tak ingin pergi jauh lagi, ak segera berlari mencari petunjuk akan diriku yang dulu. diriku yang mereka kenal, Tak perduli kata mereka yang tak menyukaiku.

Aku hanya ingin kembali menjadi pasti, kembali dengan sifat dasarku. kembali menjadi ak yang mereka kenal. mereka yang selalu menungguku untuk melihatku seperti dulu, seperti lelaki, wanita realistis dan tak berfikir panjang. Ini memang bukan lah yang terbaik tapi paling tidak inilah AKU........


Kamis, 26 April 2012

SUARA

SUARA YANG KU DENGAR.. SUARA YANG MERUCUT DARI BIBIR MANISMU.
SUARA YANG TENTU KU PERCAYAI TANPA SATU ALASANPUN UNTUK HATI TAKYAKIN
ITU BEGITU INDAH KUDENGAR, BEGITU BERNADA MERDU,
MELEKAT DALAM HATI HINGGA SYAIRNYA PUN TERPENJARA DALAM BATIN HINGGA MEMBUAT REKAMAN DI OTAKKU
NAMUN...SYAIR MERDU ITU TENGAH TERPERAWANG OLEH HAL NYATA DAN BERUBAH MENJADI SEMU.. TAK LAGI MERDU TERDENGAR TAK LAGI MENYENTUH HATI
SUARA ITU KINI MERASUK DALAM BATIN HATI DAN OTAKKU BUKAN UNTUK MEMBELAI LEMBUT TETAPI UNTUK MERACUNI DAN MELUCUTINYA BAK PISAU YANG MENGGORES,
SUNGGUH TANGISAN HATI INI LEBIH DERAS DARI KELEMBUTANNYA....
TAK ADA YAKIN LAGI DALAM DIRI,.. KINI TAKKAN ADA HARAPAN INDAH YANG BERBUNGA,, HANYA ADA MATA YANG MELIHAT NYATA SECARA KASAT.

 

Selasa, 24 April 2012

TERIAKAN

KAU BILANG LIDAHKU SEMBILU... LALU BAGAIMANA DENGAN KAU? LIDAHMU BAHKAN LEBIH RUNCING DAN TERASAH DARI PADA SEMBILU.... UNGKAPANMU KEPADAKU LAYAKNYA UNGKAPAN PADA ANJING LIAR ... BERFIKIRLAH BAHWA KAUPUN  TAK SEMPURNA DAN BAHKAN JUGA SAMA BANGKAI SEPERTIKU. 
JIKA KAU HARDIK AKU... TAK LEPAS KAU HARDIK DIRIMU SENDIRI !!!! KAU CAMKAN BUKAN AKU!!

Senin, 20 Februari 2012

Hujatan Si Kelamin

Fajar telah menyingsing samar samar kudengar suara kicauan burung beralun dari kejauhan, secercah cahaya yang tiba tiba saja menusuk ke mataku. membuat ku tersadar dari alam impiku. Semilir angin yang berhembus tengah melambai lambaikan rambutku perlahan . Aku tersadar dan kulihat tubuhnya tengah berbaring lemas di sampingku. Dadanya yang bidang dan tangannya yang hangat masih memelukku sehingga ku terjaga. Kukecup keningnya dengan lembut kubelai pejantannya yang tengah tertidur pulas, dan dengan hangat ku sapa ia, "selamat pagi, terimakasih atas kerja keras mu semalam"(sembari tersenyum lemah). Kaki ku beranjak turun dari persinggahan seraya mengambil potongan potongan kain yang terhampar di lantai dengan mata setengah tertutup ku bersihkan diriku dari riakan riakan pejantannya dan betinaku. kusiapkan sepotong roti untuknya kekasihku. Kubangunkan ia dan pejantannya untuk ku siapkan mereka sebelum memulai aktifitas hari ini.
Tanpa rasa cemas ataupun enggan, kami pun bergegas keluar dari bilik yang tengah semalaman kami sewa demi menuntaskan hasrat kami. hasrat betinaku dan pejantannya.

Menuntaskan hasrat kami bukanlah sesuatu yang aneh atau terlihat menjijikan, pikirku kala itu menuntaskan hasrat adalah hal yang biasa dilakukan oleh dua manusia yang sedang haus cinta. Panasnya cinta membuat kami terlena dan menghempaskan perbuatan perbuatan apa saja yang kami inginkan,kami menganggapnya sebagai sebuah kebutuhan "ya,kebutuhan hidup"ucapku. Apalah arti celotehan orang lain,apapun menjadi tidak penting untuk didengar atau dilihat "toh,aku tidak hidup dari uang mereka,huh siapa mereka!". 

Tak terasa sudah sekian lama kami bersama selama itupun betinaku dan pejantannya bertemu, saling bersenggama, dan saling menumpahkan keringat.Hingga pada suatu hari terbesit di benakku, apa yang sedang ku lakukan?. Apa yang tengah kuraih?". Semua hal terasa semu dan tak bisa kusentuh, "Oh Tuhan apakah aku tengah merasa jenuh?". Apa jenuh ini tengah sepenuhnya berhasil untuk menyetubuhiku?". Aku memohon kepada Tuhan untuk menghilangkan rasa itu. Rasa yang tak jelas dari mana asalnya,rasa yang bertambah samar bahkan akupun tak tahu apalah rasa itu.Dibalik jendela lantai 6 tempatku bekerja, aku termenung terbuai oleh pikiran pikiran dan rasa yang tak jelas asalnya.

Tiba tiba datanglah seorang teman seraya membelai bahuku dan berkata "jika kalian saling mencinta apakah harus selalu kalian lakukan perbuatan itu. perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh dua pecinta yang telah mengikrarkan kasihnya? Bukankah yang kutahu ia cintaimu,lalu mengapa?".

Kala itu ,tak ada kata kata yang terbesit dibenakku untuk menjawab. Tak ada kalimat yang kuluncurkan, hingga sampai beberapa saat kami terdiam,merenung,termakan oleh waktu yang terus berjalan. Aku merenung,merenungkan perbuatannku yang tak kutahui itu khilaf atau kesengajaan akan nafsu birahiku sendiri,ataukah itu jeritan betinaku yang selama bertahun tahun ini tak terpakai selain untuk membuang air seni? bahkan cairan yang sewajarnya aku keluaran tak pernah kurasakan keberadaannya.

Aku terhuyung dalam pekatnya malam, seakan tubuhku yang lunglai juga terbawa oleh angin yang berhembus pelan. Mataku tajam menatap kearah para pencakar langit tak jauh dari tempatku berada.Belaian angin yang menyentuhku lembut perlahan memasuki cela cela pori tubuhku.Ya sudah lama kami tak bertemu aku dan lelakiku.

Tak lama setelahnya samar samar kumendengar seseorang tengah membisikiku, membisik dengan penuh hujatan. Suara itu terus menghina,memaki,serta menghardikku. Tak ada perasaan tenang dalam hatiku batinku. Suara suara yang terus kudengar,ia mengikutiku seakan ikut mengiringi jalanku. Semakin lama ku terdiam semakin jauh ku melangkah semakin aku berlari kencang dan semakin kumenghindar jeritannya pun semakin kencang kudengar seakan ia tengah memaksaku untuk mengalihkan wajah kepadanya. 

"Aku tak akan memalingkan wajahku kepadamu" jeritku . "kau hanya lah ilusi dosaku", "kau bahkan semu", "aku tak peduli hadirmu ataupun hardikanmu kepadaku". Di sudut lentera yang menyala redup, tepat di samping meja kecil ak menyelipkan tubuhku yang bergemetar sambil ku tutup kedua daun telingaku. Tak bisakah aku melakukan sesuatu? pikirku.
Tolong aku !! siapapun yang juga mendegar hardikannya yang keras ini tolong lah aku!! jika ini adalah sumpah serapahmu terhadap ku Tuhan, Maka tolong hilangkanlah jeritannya, jeritan yang meghardik ku.
Mentari tengah menyongsong , tersadarlah aku manakala hari sudah berganti. waktu telah berjalan mengikuti roda dunia yang terus berputar. Hari itu aku tak melangkahkan kaki ku ketempat yang byasanya kudatangi di jam itu. Waktu terus berdenting aku telah bersiap tapi tidak untuk menguras semua isi otakku. Aku berjalan menyusuri kota yang saat itu aku singgahi untuk mencari sebongkah emas, Ya.. untuk bernaung!
Aku terus berjalan seakan tak kenal lelah. Mentari yang redup dan hangat ku rasa berubah menjadi amat terik, hangat nya semakin panas . Panas yang kurasakan tak menghalangiku sedikitpun untuk terus berjalan setapak dan setapak,.
Hingga sang Raja Terik telah tertidur di peraduanna aku duduk berpangku tangan di sebuah kursi di taman itu, Pohon yang rindang serta cahaya yang keluar dari lampu bulat itu menyelimutiku, Sudah 6bulan ini aku dan sang kekasih tak berjumpa. Sejak hardikan si kelamin terdengar menyakiti telingaku. Aku tak tau apa yang kurasa. semua terasa hampa,kosong, yang kupikir adalah biarkan aku kembali kemasa terangku.
Dalam bayang dan pikirku aku mencari jalan .jalan terang yang byasa ku lewati. Tapi kini aku hanya bisa berdiam di taman rindang berselimut terang purnama dan lampu bulat disekitarnya.. Ku Teliti tiap tiap manusia di sekitarku, Dikota ini siang bagaikan malam dan malam bagaikan siang. Riuh suasana yang kurasa. Bergandengan tangan dengan kekasih, bergerombol dengan kerabat serta banyak juga wanita serta lelaki yang berdandan seperti wanita yang menjajakan dirinya dsini.
Kulihat dengan seksama sepasang kekasih itu.Mereka duduk tersipu di hadapanku, tanpa memperdulikan pandanganku mereka bersenggama, telapak tangan saling meronta membuat mereka seakan seperti harimau yang mencari mangsa dan kehausan. Apa?? apa yang kau sedang perbuat dengan laki laki mu wahai wanita?" , mengapa kau melakukan itu padahal kau wanita?". pikiranku terus menerus bergelut dengan tanya yang tak mengandung jawab, dan bahkan tak tahu dimana jawab itu berada. Sambil terus kupandangi mereka  sambil terus ku menyerengit muak.
Tuhan.. apakah ini yang kau rasakan padaku saat kelaminku bersenggama dengan kelamin lainnya?". Tak ada ikrar pasti atas kelakuanku itu. Tak ada janji suci pasti yang terlontar dari mulut kami. Dan tak ada mata lain juga yang menyaksikan ikrar tak pasti kami. Sambil terus kulihat sambil terus ku berfikir dan meminta maaf pada sang Ilahi, sampai sampai tak kuat rasanya ku berada di alam nyata ini sekarang. Badanku terhuyung berdiri dan berlari terus berlari tak tau arah. Nafasku terengah mulutku melontarkan kata kata dengan suara terkikis nafas yang terjepit. "Kemana,,,kemana langkah ku terarah?". Dipelarianku, mataku di penuhi  dengan pemandangan hina. Mereka yang tak jelas sumpahnya menyatukan diri mereka di balik bilik. dipojok gedung, dengan berselimutkan redupnya lentera dan bulan purnama mereka terus asik bersenggama. Ku mendengar suara kelaminnya, pejantan yang memasuki liang kemih betinanya. Pejantannya melumatkan muntahan riaknya yang disambut juga dengan riak betinanya. Suaranya..suaranya terdengar sangat pasti, seakan terekam di otakku. 
Tolong tolong aku. Suara itu tak samar kudengar,rintihannya tak asing bagiku. suara riaknya sama sepertiku saat itu. Aku terus berlari menjauh dari kehidupan hina yang kulewati. Sampai di sebuah persimpangan jalan tubuhku yang lunglai dan letih seakan terbentur sesuatu. Ku menutup mata dan terus mengeluarkan air yang membasahi pipiku. Lalu tiba tiba seseorang meletakkan jemarinya di sisi pipiku. Hangat belaian yang kurasa tak asing bagiku, tubuhku telah mengenalinya. Ia mencium keningku, menjilati air yang membasahi pipiku dan kelopak mataku,dan berkata "Apa yang kau tengah lakukan saat ini? apa yang menghantuimu?". Suara yang samar kudengar itu membuka rekaman di otakku. ku buka mataku dan ku pandang ia, sejenak aku terperangah. "Laki lakiku..pejantanku...." aku menjerit. "ku rindu kau, ku butuh hadirmu" aku berkata kepadanya". dia tersenyum dengan sigap memelukku, lalu membawaku ke ruangnya. Ruang yang hangat dan nyaman. Aku terbaring di tempat peristirahatannya yang terbuat dari bungkusan bulu angsa yang lembut, Ia memanjakanku dengan penuh kasih yang kurasa murni. Kekasihku, lentera hatiku. kami terhanyut dalam redupnya purnama, seakan tak ingat lagi apa yang telah kulewati sebelum ku bertemu kembali dengannya. Kami saling meletakkan tubuh kami dengan seksama. mencari dan mencari birahi kami. Hormon kami yang menyatupun semakin meninggi kadarnya. Tak kuasa ku menahan dan kuputuskan untuk menikmatinya, menikmati setiap jilatan dan belaian dirinya di tubuhku. Kelaminnya yang sangat jantan yang memasuki liang riak di kelaminku, betinakupun mulai memancarkan senyumnya kembali. Meskipun ini hina karna tak ada sumpah pasti, tapi ini kenikmatanku. Hanya satu yang pasti "DIA ADALAH PEJANTANKU".

Selasa, 24 Januari 2012

Lintang haluan

Malam yang begitu sunyi, hanya terdengar suara alunan musik yang redup terdengar, semilir angin yang berhembus memasuki celah celah jendela lantai 6 yang sedikit terbuka..
Aku disini tengah asik berkutat dengan alat elektronik modern yang banyak menguras tenaga ku untuk tetap fokus melihat ke layar kacanya.
Hampir tengah malam ini tangan ku masih saja terampil menekan tiap tiap tombol huruf dan angka pada papan nya.
Ya.. Inilah aku seorang wanita muda yang sedang gencar mencari uang, ilmu dan pengalaman untuk tabungan masa tua ku kelak.
Aku memang sudah menyiapkan diri untuk bekerja sesudah aku lulus sekolah nanti, maka akupun mengambil Sekolah Kejuruan untuk lanjutan sekolah ku saat lulus SMP.
Sekolah menengah Ilmu Pariwisata adalah pilihan ku. Aku telah 3 tahun menimba ilmu disana. Memang kami yang bersekolah di kejuruan di siapkan untuk bekerja setelah kami lulus. Banyak hal yang tidak aku pahami dahulu menjadi aku kuasai sekarang.
Itu Karena Aku inginkan hidup mandiri, Aku tidak suka berada di bawah ketiak orang tua apalagi menyusahkan mereka lagi lagi dan lagi, Sudahlah cukup mereka membesarkan ku yang banyak melawan ini sampai besar, begitu tak pantas nya jika aku bisa berusaha dengan tenaga dan kemampuanku tetapi masih saja mempergunakan tenaga orang tuaku yang sudah renta.
Aku pun bekerja keras dan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai citaku, menggengam asaku tak semudah yang ku bayangkan dahulu kala saat masih memegang pekerjaan sebagai siswi.
Untuk mencapai mimpi ku, aku memulai pekerjaan pertama ku sebagai server di restaurant dan Bar daerah Jakarta Selatan. Tak kuat rasana tubuhku ini menahan letih yang teramat sangat karena kami bekerja saat langit meredup sampai sang fajar menyingsing menuju ke peraduannya. 6bulan aku menimba ilmu dan mencari sebongkah emas disana,ku pikir dengan bekerja disana aku bisa meneruskan sekolah ku kejenjang yang lebih tinggi. tetapi ku salah..Banyak pengalaman serta ilmu yang kudapat tapi itu pun tengah mengubah pikiran,visi,serta tingkah ku. Aku terjerat oleh semua hal yang bertentangan oleh semua norma yang ada. Hal yang tak biasa bagiku dulu, menjadi hal yang wajar untuk ku sekarang. Sampai sampai aku menyebut nya sebagai "Kebutuhan". Sungguh Ironis diriku ini, Aku adalah debu yang berharap menjadi sesuatu yang nyata,yang dapat di genggam.. tapi...aku telah berhembus ke arah angin yang salah, mengikuti jejak angin yang akan berubah menjadi badai,Badai yang dapat menghancurkan segala yang terlewat di hadapannya.
Dalam sendiriku.. aku menangis meratapi semua yang tlah kulakukan selama ini. Tapi ini tak dapat mengubah ku sepenuhnya.
Aku pun berhenti bekerja di tempat itu dan memulai pekerjaan baru ku di bidang yang sebenarnya tak kukuasai sepenuhnya. ku mengerti tapi aku tak sepaham khalayak yang berada di bidang itu. Karena awalnya itu bukan lah bidangku. Bekerja di perusahaan tour and travel sebuah travel agency yang bergerak dibidang jasa,Disini aku bekerja sebagai "staff ". Pembelajaranku di mulai saat pertama kali bergabung sampai saat ini,Aku masih terus gencar menambah ilmuku.
Tak disangka di tempat inilah aku bertemu dengan "DIA" seorang yang bisa membangunkanku dari ruang gelap serta keterpurukanku. Dia menujurkan tangan kepadaku, dan tanpa pikir panjang akupun membalasnya. Menggemgamnya dengan erat menyentuhnya saat ia pun menyentuhku. Tapi saat ia menaparku dengan kerasnya... Aku tak dapat membalasnya, bahkan memakinya pun tak sampai hati. Hanya bisa menitikan air matalah yang dapat kuperbuat, mengutuk diri sendiri, dan menghujat keputusanku.
Cinta yang salah dan terlarang telah aku jalani dan menyisakan keterpurukanku. Aku terus tenggelam dalam kegelapan yang menjadikan hidupku abu abu.. Meskipun aku tlah berusaha untuk mengejar tepian dan menorehkan warna cerah di dalamnya. Ruangku semakin sempit, Aku makin tercekik. Lelah aku bernafas disana dan kuputuskan meneruskan kisahku di pesiar lain, yang akan memberikan warna warni di ruangku dan impiku.
Banyak ku berharap disaat ku melangkahkan kaki ku. tak jarang ku pejamkan mataku untuk sekedar mengucap doa kepada sang Ilahi.
Pikirku inilah langkah awalku yang baru menuju terang yang selayaknya kudapati. Jantung ku berdetak keras manakala suara laki laki itu menyentuh gendang telingaku. "kau di terima" ucap laki laki yang berada di depanku. Tak kuasa ku panjatkan puji dan syukurku kepada-Nya Sang Ilahi. Ku yakin Ia menginginkan aku bangkit dan membenahi diri.
Hari hari yang kujalani di tempat baruku ini memberikan wangi yang berbeda. Baunya sangat asing kurasa,mungkin karna tak terbiasa. Aku mempelajari hal yang baru, serasa menapaki bukit terjal yang medannya sangat curam bagiku yang awam ini. Tak ada lelah ku tepikan di kakiku yang terus menanjak menuju puncak. Dalam hati kubicara pada diriku sendiri "Bukan tak mungkin debu dapat berubah menjadi sesuatu nyata dan berguna". Kulangkahkan kaki tanpa ragu ataupun memikirkan cinta. Bagiku saat itu cinta tak nyata.
Lama sudah kurasa kaki ku menanjak di haluan yang terjal seorang diri sampai pada suatu hari ia kembali ke padaku dengan tangannya yang menjulur penuh kepastian. Banyak cerita pahit yang ku kenang tentangya. Kupikir dengan seksama. Logikaku berkata "tak ada cerita lagi antara kau dan dia". Tapi hati ku berkata " tak ada kesempatan kedua dalam hidupmu,ia cintaimu lalu apalah lagi yang kau mau?". Darahku bergemuruh mengalir deras sampai keubun ubun. Setelah kubuka mataku tanpa sadar ternyata tanganku telah berada di telapak tanganya. menyentuhnya dengan lembut,sampai ia memelukku kembali dalam dekapannya, kurasakan panas tubuhnya yang menyatu dengan panas tubuhku, dadanya yang bidang, mendekapku penuh dengan rasa sayang. Saat itu pun aku berucap "Tuhan jagalah hatinya agar selalu merasakan kasih hatiku".
Ia kembali itu nyata. Dengan memegang tanganku ia pun memandangku dengan senyumnya yang tulus ia berkata "mari kita daki haluan yang terjal ini bersama menjadi lebih mudah bagi kita,bukan kau seorang" . Aku berada disampingnya membalas senyumnya dengan hangat dan suara lirih aku berkata "terimakasih menemaniku". Kami pun berjalan menyusuri haluan terjal yang berada tepat didepan kami. saling membantu saling tertawa, walaupun kadang kala kami tersandung dan terjatuh. Tak ada putus asa bagi kami ,tak ada niat mundur bagi kami. Inilah rintangan yang akan dihadapi oleh tiap tiap makhluk yang hidup di bumi. Inilah "HIDUP"



Minggu, 01 Januari 2012

Night in shadow

if you look at the sky in the dark night..........
u'll see the dark cloud too..
if u're walk on the sun..
u'll see ure shadow walking with u too..
following u to everywhere during the sun rises.
that's as usual human life..
but how if ure shadow following u at the dark??
Is it real??
Only u to know, why the shadow comes to u at the dark night.......
How ure fell so scared
How ure fell so shy of ure self
why do u think to much...
ure mouth shall should close.
ure heart will be pounding..
and your flesh shall sweating torrents..
why... why u are will be like that?!!
who knows??
ya,,,.hahhaha who knows?!
there is nobody knows. what happening to u?
what have u done
as to a good deed or unkindness
Its only u to know...
so let u fell ure sins...
Let the GOD punish u..
And ure SHADOW always accompany u everywhere in the DARK NIGHT without the light..