kala itu senja menyingsing,
hanya terdengar kicauan burung dan gemuruh ombak
aku terperanga dalam sepi.. mengasah kedua mataku yang berbinar
kedua bola mata yang tak kuasa lagi menahan pilu akan kesendirian..
sendiri meratapi dermagaku yang kosong tanpa kapal yang menepi......
dahulu kau yang tengah menyusuri lautan dengan lepasnya berlayar menuju dermagaku..
menemani ak yang kosong tanpa rasa pamrih..
melihat ombak yang bergulung di senja hari, menyaksikan mentari yang berarak pergi kala rembulan datang..
tanganmu menghangatkan tubuhku serta batinku.. tanganmu juga membelai lembut rambutku helai demi helai.
oh Tuhan sungguh kau yang kala itu menjadi tuan di dermagaku sangatlah merajai hatiku...
tak ada risau kurasa,,tak ada kosong menghampiri karna kau tlah berikrar untuk kekal berada di dermagaku,selamanya menjadi raja disini..
dalam hanyut kebahagian kurasa..
tanpa kusadar kau tlah berlayar kembali dengan pesiarmu,,
meninggalkan tepianmu...tanpa sedikitpun menolehnya.
ak tak kuasa menahan amarah..
ak tak kuasa menahan cambukan belati di hati...
karna kuingat akan ikrar setiamu...
namun apalah yang bisa kuperbuat..
kau yang kini semakin menjauh. tak bisa lagi kugenggam,,.
sekuat kuatnya keinginan meraihmu. menggapaimu kembali..
semakin lemahnya diriku karna acuhnya kau..
kini... kusendiri hanya bertemankan kosong
hati berduri dan berdarah sepi...
ombak yang tadina bergulung ramah.. kita menjadi badai yang siap menghantam siapapun di dekatnya.
pada akhirnya ikrar hanyalah ikrar..celotehan tak bermakna..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comment it.. if there is the good Advice
willing to accept advice