Pagi itu dikala sinar mentari tengah menyingsing ke tengah ubun ubun, ia terbangun merasakan desah napas udara yang secara sengaja menghela rambut nya. Rea begitulah panggilannya, Rea yang kala itu tak sehelaipun benang menghias di tubuhnya dengan sigap beranjak mengambil helaian helaian benang yang terbaring di lantai untuk ia gunakan.
"Ah sudah siang (seraya bergegas membangunkan Ranu Kekasihnya), cepat bangun! ayo bangun aku harus segera pergi bekerja (teriak rea)".
Ranu menyingsingkan mata tak siap untuk di bangunkan. "Ah kau ini sudahlah ijin saja, bilang saja kau sakit, tegas Ranu."
"Tidak bisa sayang, aku harus mengikuti meeting dengan direksi hari ini, kebetulan aku lah yang di tunjuk untuk mendapatkan tender. Ayo lah tolong lah aku bersiap lah." seraya memohon dan meronta minta di kasihani ia pu
Dark Roses
-
kali ini gue nulis gak pake kosakata yang byasanya.. gue lagi pengen apa adanya..hihih pilihan gue bikin blog karna gue mau keluarin un...
-
Ruang ini semakin sempit... sesak tak tertahan.,nafas terisak tak dapat menghela.. udara udara aku butuh udara..udara segar..oxigen untuk p...
-
Malam yang begitu sunyi, hanya terdengar suara alunan musik yang redup terdengar, semilir angin yang berhembus memasuki celah celah jen...
-
kala itu senja menyingsing, hanya terdengar kicauan burung dan gemuruh ombak aku terperanga dalam sepi.. mengasah kedua mataku yang ber...
-
Fajar telah menyingsing samar samar kudengar suara kicauan burung beralun dari kejauhan, secercah cahaya yang tiba tiba saja menusuk ke mat...
-
SUARA YANG KU DENGAR.. SUARA YANG MERUCUT DARI BIBIR MANISMU. SUARA YANG TENTU KU PERCAYAI TANPA SATU ALASANPUN UNTUK HATI TAKYAKIN ITU...
-
Summer Trees Jika.. aku bukan lah cintamu Lalu... Mengapa kau bilang aku adalah cintamu Jika... aku bukan lah bagian dari hidupmu ...
-
Ketika aku memikirkan dengan pekat, menerawang dengan seksama., Mungkin memang dia lah yang terbaik, Wajahnya, Tingkah lakunya, Jelaslah ...
-
Terkadang.. Tidak setiap hal dan keputusan harus di ikuti, Mungkin hal pertama adalah memahami.. Maka... Terkadang harus juga membuat ...
Jumat, 30 Agustus 2013
Selasa, 21 Mei 2013
Kamis, 11 April 2013
SPIRIT
SEMANGAT ADALAH MOTIVASI
MOTIVASI ADALAH VISI UNTUK MENCAPAI IMPIAN
IMPIAN ADALAH HAL YANG HARUS DIRAIH DENGAN SEGALA TENAGA DAN AMBISI
TETAPI AMBISI AKAN MENJADIKAN ANDA AMBISIUS DAN AMBISIUS AKAN MEMBAWA ANDA DALAM KETERPURUKAN...
KALAU SAYA SAYA TIDAK AMBISIUS SAYA TIDAK MAU DAN TIDAK AKAN MEMILIH UNTUK MENJADI BAGIIANNYA. SAYA ADALAH ORANG YANG MEMPUNYAI MOTIVASI. VISI DAN MISI
BERUSAHA SEKUAT TENAGA TAPI TIDAK MEMAKSAKAN... BERUSAHA DENGAN JERIH PAYAH SNDIRI PUNYA VISI DAN MISI.. ITULAH SAYA
DILA
SAYA MENCOBA UNTUK MEMAHAMI//TETAPI SAYA TIDAK BISA MENJAMIN UNTUK TIDAK MENYEBALKAN/ MEMAHAMI ITU HAL YANG SUKAR//MEMAHAMI BELUM TENTU MENERIMA//MEMAHAMI ADALAH PIKIRAN SEDANGKAN MENERIMA ADALAH HATI// HATI SAYA BERKATA,,SAYA RINDU KAU..MAKA SAYA PUN BERTINGKAH MENYEBALKAN//HANYA UNTUK MENDAPATKAN PERHATIAN DAN KESEMPATAN WAKTU YANG KAU MILIKI//....
CELOTEHAN GAK PENTING
EMBUN
EMBUN ITU TERLIHAT BASAH,,SEGAR,,DAN BERKILAUAN CAHAYA....
CERCAHAN CAHAYA YANG MEMPESONA MEMBUAT EMBUN ITU SEMAKIN CANTIK,.KESEGARANNYA MEMBUAT MAKHLUK LAIN TAK JEMU UNTUK MEMBELAINYA...
TAPI EMBUN TAK DAPAT DI BELAI TERLALU LAMA,.HANYA SEKEDAR MEMBELAINYADAN MERASAKANNYA IA PUN MENGHILANG.. IYA TAK DAPAT DI DEKAP..HANYA SEMU MENYEGARKAN LAH DIRINYA...
EMBUN TAK BUTUH DEDAUNAN YANG BERSEDIA UNTUK MENDEKAPNYA.. HANYA SAJA DEDAUNAN LAH YANG BERSEDIA UNTUK IA DEKAP..
EMBUN TAK BUTUH TEMPAT YANG INDAH SERTA LUAS.. TETAPI TEMPAT YANG INDAHH YANG LUAS LAH YANG MEMBUTUHKANNYA..
SEMU YANG MENJADI SIFAT KEKALNYA..TAK MENGALAHKAN KEMAUAN TIAP MAKHLUK UNTUK MENDAPATKANNYA...
PAGI YANG MENJADI HIDUPNYA MENJADI INCARAN TIAP TIAP MAKHLUK...
HANYA PADA PAGI HARI YANG SEJUK TEMPAT EMBUN DI TEMUKAN.. DAN DI PAGI YANG SEJUK SEMUA MAKHLUK BERLOMBA INGIN MENYENTUHNYA, BAHKAN KALAU BISA MENYETUBUHINYA..
HEBAT SEKALI EMBUN MENJADI INCARAN TIAP MAKHLUK...
ALAM SEBAGAI TEMPAT LAHIR EMBUN BEGITU BESAR JASANYA.. IA MENCIPTAKAN KESEIMBANGAN DAN KEHIDUPAN BAGI SEMUA..
ALAM YANG DI JAGA AKAN MENCIPTAKAN EMBUN EMBUN KEHIDUPAN YANG BARU..
CINTAI ALAM JIKA INGIN TERUS MENDEKAP EMBUN DENGAN LELUASAMU
JAKARTA,11 APRIL 2013\
dila rizkianti
CERCAHAN CAHAYA YANG MEMPESONA MEMBUAT EMBUN ITU SEMAKIN CANTIK,.KESEGARANNYA MEMBUAT MAKHLUK LAIN TAK JEMU UNTUK MEMBELAINYA...
TAPI EMBUN TAK DAPAT DI BELAI TERLALU LAMA,.HANYA SEKEDAR MEMBELAINYADAN MERASAKANNYA IA PUN MENGHILANG.. IYA TAK DAPAT DI DEKAP..HANYA SEMU MENYEGARKAN LAH DIRINYA...
EMBUN TAK BUTUH DEDAUNAN YANG BERSEDIA UNTUK MENDEKAPNYA.. HANYA SAJA DEDAUNAN LAH YANG BERSEDIA UNTUK IA DEKAP..
EMBUN TAK BUTUH TEMPAT YANG INDAH SERTA LUAS.. TETAPI TEMPAT YANG INDAHH YANG LUAS LAH YANG MEMBUTUHKANNYA..
SEMU YANG MENJADI SIFAT KEKALNYA..TAK MENGALAHKAN KEMAUAN TIAP MAKHLUK UNTUK MENDAPATKANNYA...
PAGI YANG MENJADI HIDUPNYA MENJADI INCARAN TIAP TIAP MAKHLUK...
HANYA PADA PAGI HARI YANG SEJUK TEMPAT EMBUN DI TEMUKAN.. DAN DI PAGI YANG SEJUK SEMUA MAKHLUK BERLOMBA INGIN MENYENTUHNYA, BAHKAN KALAU BISA MENYETUBUHINYA..
HEBAT SEKALI EMBUN MENJADI INCARAN TIAP MAKHLUK...
ALAM SEBAGAI TEMPAT LAHIR EMBUN BEGITU BESAR JASANYA.. IA MENCIPTAKAN KESEIMBANGAN DAN KEHIDUPAN BAGI SEMUA..
ALAM YANG DI JAGA AKAN MENCIPTAKAN EMBUN EMBUN KEHIDUPAN YANG BARU..
CINTAI ALAM JIKA INGIN TERUS MENDEKAP EMBUN DENGAN LELUASAMU
JAKARTA,11 APRIL 2013\
dila rizkianti
Selasa, 02 April 2013
DURI TAK BERDURI
Untuk sejenak ketika semua ini terasa nyata, dirinya terdiam merenung sejenak tanpa suara helaan nafaspun yang terdengar.Hidupnya yang dulu memungkinkannya untuk bersuka cita tanpa beban,kini segala tingkah nya pun menjadi beban yang secara tak langsung menghentikan sikap sikap kekanakkannya. Rani,begitulah ia dipanggil, rani kini berbeda dengan rani yang dahulu mereka kenal. Rani tak lagi penuh dengan senandung lelucon konyol ataupun celotehan nakal nya. Ia menjadi sesosok wanita muda bahkan amat muda yang bertingkah dewasa, tak seperti umurnya. Ia tak sungkan untuk mengaku bahwa "ya saya sudah menikah dan mempunyai satu jagoan kecil yang lucu". sambil tersenyum manis dan sempit iya menyatakan hal itu kepada teman di kantornya.
Seorang teman pernah bertanya kepadanya" apa kau tak malu untuk sekedar berkata kau telah menikah dan mempunyai bayi laki laki, disaat umurnya baru menginjak 19 tahun, umur itu menandakan kau baru saja menginjak dewasa. apa kata mereka nanti?!".
Rani hanya tersenyum semu dan berkata " untuk apa aku malu inilah aku,keadaanku memang seperti itu. Lalu haruskah aku malu dengan mengatakan aku mempunyai dua pangeran tampan di hidupku? tidak sela,aku tak bisa seperti itu,aku memang malu dengan perbuatanku,tapi aku tak boleh malu oleh hasil dari perbuatanku,aku tak ingin bayi ku hanya menjadi bayang gelap di hidupku,bayiku adalah cahaya abadi yang melunturkan segala kegelapanku di masa silam,masa gelap yang kini telah menjadi terang. biarlah mereka berkata apa, "PERSETAN" aku tak perduli dengan mereka. bayiku adalah segalanya dan aku akan menebus semua salahku dengan keluarga kecil yang berbahagia seperti hatiku kini yang sedang berbunga".
Sela tercengang dengan perkataan Rani, sembari menganga lebar sela yang tak habis pikir bahwa rani bisa mengatakan itu ia pun meyakinkan rani dengan segala jawabannya.
"benarkah rani?? benarkah kau yang berkata seperti itu? apa kau yakin tidak akan menghiraukan mereka, menghiraukan mereka yang bertingkah bak dewa yang tak berdosa,yang terus berargumen tentang hidup manusia?".
" Ya Sela, aku tak akan tergoyah sedikitpun pada iblis bak dewa seperti itu,;aku pun tak takut pada mereka,mereka hanya kosong belaka bak debu di pinggir trotoar jalan yang takan bersisa,tenanglah sela."
Sela pun seakan mengiyakan ia tersenyum lebar dan berkata."perubahanmu sungguh drastis aku akan selalu disampingmu menjadi pendukung terbaik mu."
Rani berjuang melawan segala haluan yang ada.tak mudah mempunyai keluarga kecil di usianya sekarang,di usia yang seharusnya ia mempunyai waktu untuk sekedar bertemu teman. mengobrol tentang masa muda,segala kenakalan, ataupun sekedar mendapat pendidikan tinggi yang selayaknya ia dapatkan. Tapi semua itu berbanding terbalik dengan keadaannya sekarang. Semua leluconnya hanyalah kiasan semua masa silam. Ia tak lagi berkata kasar,tak lagi bertindak semaunya,tak lagi memikirkan ego. Sekaranag iya menjadi sesosok wanita muda yang berjuang, memperjuangkan masa hidupnya, meraih mimpi dalam keterbatasan, dengan segala kemauan dan daya upaya ia menangkap mimpi, mimpi yang semua orang bilang mustahil didapat, tapi tak ia hirauklan semua benalu itu walaupun ia harus mengasah jemari nya melewati terpal berduri yang menghanyutkan darah segarnya.
Itulah Rani, ya Rani yang tak tertelan masa silamnya, Rani kini menjadi acuan orang lain untuk menggapai asa yang tak terpikir dan jauh dari bayangan manusia.
Jakarta,02 april 2013
Dila Rizkianti
Seorang teman pernah bertanya kepadanya" apa kau tak malu untuk sekedar berkata kau telah menikah dan mempunyai bayi laki laki, disaat umurnya baru menginjak 19 tahun, umur itu menandakan kau baru saja menginjak dewasa. apa kata mereka nanti?!".
Rani hanya tersenyum semu dan berkata " untuk apa aku malu inilah aku,keadaanku memang seperti itu. Lalu haruskah aku malu dengan mengatakan aku mempunyai dua pangeran tampan di hidupku? tidak sela,aku tak bisa seperti itu,aku memang malu dengan perbuatanku,tapi aku tak boleh malu oleh hasil dari perbuatanku,aku tak ingin bayi ku hanya menjadi bayang gelap di hidupku,bayiku adalah cahaya abadi yang melunturkan segala kegelapanku di masa silam,masa gelap yang kini telah menjadi terang. biarlah mereka berkata apa, "PERSETAN" aku tak perduli dengan mereka. bayiku adalah segalanya dan aku akan menebus semua salahku dengan keluarga kecil yang berbahagia seperti hatiku kini yang sedang berbunga".
Sela tercengang dengan perkataan Rani, sembari menganga lebar sela yang tak habis pikir bahwa rani bisa mengatakan itu ia pun meyakinkan rani dengan segala jawabannya.
"benarkah rani?? benarkah kau yang berkata seperti itu? apa kau yakin tidak akan menghiraukan mereka, menghiraukan mereka yang bertingkah bak dewa yang tak berdosa,yang terus berargumen tentang hidup manusia?".
" Ya Sela, aku tak akan tergoyah sedikitpun pada iblis bak dewa seperti itu,;aku pun tak takut pada mereka,mereka hanya kosong belaka bak debu di pinggir trotoar jalan yang takan bersisa,tenanglah sela."
Sela pun seakan mengiyakan ia tersenyum lebar dan berkata."perubahanmu sungguh drastis aku akan selalu disampingmu menjadi pendukung terbaik mu."
Rani berjuang melawan segala haluan yang ada.tak mudah mempunyai keluarga kecil di usianya sekarang,di usia yang seharusnya ia mempunyai waktu untuk sekedar bertemu teman. mengobrol tentang masa muda,segala kenakalan, ataupun sekedar mendapat pendidikan tinggi yang selayaknya ia dapatkan. Tapi semua itu berbanding terbalik dengan keadaannya sekarang. Semua leluconnya hanyalah kiasan semua masa silam. Ia tak lagi berkata kasar,tak lagi bertindak semaunya,tak lagi memikirkan ego. Sekaranag iya menjadi sesosok wanita muda yang berjuang, memperjuangkan masa hidupnya, meraih mimpi dalam keterbatasan, dengan segala kemauan dan daya upaya ia menangkap mimpi, mimpi yang semua orang bilang mustahil didapat, tapi tak ia hirauklan semua benalu itu walaupun ia harus mengasah jemari nya melewati terpal berduri yang menghanyutkan darah segarnya.
Itulah Rani, ya Rani yang tak tertelan masa silamnya, Rani kini menjadi acuan orang lain untuk menggapai asa yang tak terpikir dan jauh dari bayangan manusia.
Jakarta,02 april 2013
Dila Rizkianti
Langganan:
Postingan (Atom)