Dark Roses

Selasa, 02 April 2013

DURI TAK BERDURI

Untuk sejenak ketika semua ini terasa nyata, dirinya terdiam merenung sejenak tanpa suara helaan nafaspun yang terdengar.Hidupnya yang dulu memungkinkannya untuk bersuka cita tanpa beban,kini segala tingkah nya pun menjadi beban yang secara tak langsung menghentikan sikap sikap kekanakkannya. Rani,begitulah ia dipanggil, rani kini berbeda dengan rani yang dahulu mereka kenal. Rani tak lagi penuh dengan senandung lelucon konyol ataupun celotehan nakal nya. Ia menjadi sesosok wanita muda bahkan amat muda yang bertingkah dewasa, tak seperti umurnya. Ia tak sungkan untuk mengaku bahwa "ya saya sudah menikah dan mempunyai satu jagoan kecil yang lucu". sambil tersenyum manis dan sempit iya menyatakan hal itu kepada teman di kantornya.

Seorang teman pernah bertanya kepadanya" apa kau tak malu untuk sekedar berkata kau telah menikah dan mempunyai bayi laki laki, disaat umurnya baru menginjak 19 tahun, umur itu menandakan kau baru saja menginjak dewasa. apa kata mereka nanti?!".
Rani hanya tersenyum semu dan berkata " untuk apa aku malu inilah aku,keadaanku memang seperti itu. Lalu haruskah aku malu dengan mengatakan aku mempunyai dua pangeran tampan di hidupku? tidak sela,aku tak bisa seperti itu,aku memang malu dengan perbuatanku,tapi aku tak boleh malu oleh hasil dari perbuatanku,aku tak ingin bayi ku hanya menjadi bayang gelap di hidupku,bayiku adalah cahaya abadi yang melunturkan segala kegelapanku di masa silam,masa gelap yang kini telah menjadi terang. biarlah mereka berkata apa, "PERSETAN" aku tak perduli dengan mereka. bayiku adalah segalanya dan aku akan menebus semua salahku dengan keluarga kecil yang berbahagia seperti hatiku kini yang sedang berbunga".
Sela tercengang dengan perkataan Rani, sembari menganga lebar sela  yang tak habis pikir bahwa rani bisa mengatakan itu ia pun meyakinkan rani dengan segala jawabannya.
"benarkah rani?? benarkah kau yang berkata seperti itu? apa kau yakin tidak akan menghiraukan mereka, menghiraukan mereka yang bertingkah bak dewa yang tak berdosa,yang terus berargumen tentang hidup manusia?".

" Ya Sela, aku tak akan tergoyah sedikitpun pada iblis bak dewa seperti itu,;aku pun tak takut pada mereka,mereka hanya kosong belaka bak debu di pinggir trotoar jalan yang takan bersisa,tenanglah sela."

Sela pun seakan mengiyakan ia tersenyum lebar dan berkata."perubahanmu sungguh drastis aku akan selalu disampingmu menjadi pendukung terbaik mu."

Rani berjuang melawan segala haluan yang ada.tak mudah mempunyai keluarga kecil di usianya sekarang,di usia yang seharusnya ia mempunyai waktu untuk sekedar bertemu teman. mengobrol tentang masa muda,segala kenakalan, ataupun sekedar mendapat pendidikan tinggi yang selayaknya ia dapatkan. Tapi semua itu berbanding terbalik dengan keadaannya sekarang. Semua leluconnya hanyalah kiasan semua masa silam. Ia tak lagi berkata kasar,tak lagi bertindak semaunya,tak lagi memikirkan ego. Sekaranag iya menjadi sesosok wanita muda yang berjuang, memperjuangkan masa hidupnya, meraih mimpi dalam keterbatasan, dengan segala kemauan dan daya upaya ia menangkap mimpi, mimpi yang semua orang bilang mustahil didapat, tapi tak ia hirauklan semua benalu itu walaupun ia harus mengasah jemari nya melewati terpal berduri yang menghanyutkan darah segarnya.

Itulah Rani, ya Rani yang tak tertelan masa silamnya, Rani kini menjadi acuan orang lain untuk menggapai asa yang tak terpikir dan jauh dari bayangan manusia.

Jakarta,02 april 2013

Dila Rizkianti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment it.. if there is the good Advice
willing to accept advice